Senin, 23 September 2019

Kembali

hey,
aku ballik lagi, sesuai janjiku 2 menit lalu
aku tidak suka umbar janji jika tidak 300 persen yakin untuk menepati
ehh iya, saya sekarang udah nikah loh.
dengan perempuan yg menjadi alasan mengapa saya buat blog ini
yg dulu sempat tidak direstui keluarganya
katanya aku kasar,
well, mungkin iyaa. tapi setiap org berhak demokrasi kan?
aku mencintai ia dengan caraku dan ia terima.

Selasa, 19 Juni 2018

kerinduan

Assalamualaikum,
hallo,
saya datang lagi
tapi dengan saya yg berbeda
kini saya bukan lagi anak SMK yg sering gabut gatau kerjaan
saya hanya ingin berkabar, bahwa saya skrng sudah kerja
walau masih jadi kuli, yaah setidaknya cukup untuk sebulan buang air ditempat yg nyaman
oiyaa aku ingin mengingatkan langit tidak terus hitam, tatkala matahari rindu akan embun
ia datang dengan dinginnya. ia datang dengan hasrat memeluk.
semoga kita nyaman, jangan meremehkan setiap manusia bisa berubah
buktinya? jokowi yg dulu hanya anak tukang mebel org tuanya bekerja untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga skrng telah menjadi presiden yg mengatur perputaran ekonomi itu sendiri.
aku terlalu panjang nanti kalian males bacanya, setelah ini aku akan kembali lagi.

Selasa, 01 September 2015

Iya? Aku lebih memilih bertahan walau tersakiti dibanding harus pergi dan dustai diri sendiri. terima kasih telah membuat aku terlalu cinta.
Kata maaf hanya sekedar amunisi tanpa misi, dan hati adalah sasaran tembak paling tepat dengan peluru kata maaf yg akan terulang sampai akhir nanti.
Aneh, hati yg tak pernah salah namun hasrat tak pernah kalah manusia tak pernah benar namun nafsu terlalu besar. kebodohan membuat diri ini memilih berjuang dibanding diperjuangkan lebih memilih menyakiti sekaligus disakiti, tapi kutipan awal memang hanya inti dari uraian bodoh ini bahwa hati tak pernah salah.
Penyesalan? apakah semacam rotasi dari sebuah jalan cerita yg teramat rumit dijelaskan? ikatan antara dua insan yg saling menyakiti, saling menghakimi satu sama lain dan berakhir dengan kenyamanan? salah besar. karna menyakiti dan menghakimi bukan hal yg tepat untuk mengubah konteks risalah hati.
Aku suka dengn kesungguhanmu, kesungguhanmu mempermainkan waktu. waktu yg tak pernah aku hiraukan waktu yg tak pernah aku apresiasi namun selalu aku jalani.